Ketika sebuah skandal terjadi maka hancurlah independensi, seperti yang kita ketahui kasus "Enron Gate". Indepensi mudah diucapkan namun sulit dilaksanakan, karena disanalah kepentingan bermain. Ketika hubungan begitu dekat antara akuntan publik dan client, disitulah kongkalikong yang menghancurkan indepensi terjadi. Oleh karena itu di Indonesia ada kewajiban rolling antara akuntan publik dan cliennya, untuk menghindari terjadinya tarik menarik kepentingan.
Berbagai skandal akuntansi telah membuktikan bahwa hubungan baik dan bermainnya berbagai kepentingan menjadi biang keladi terjadinya rekayasa laporan keuangan. Sekarang terserah bagaimana asosiasi akuntansi publik untuk memanage para akuntan untuk tetap menjalankan profesinya secara mandiri dan independen. Kuncinya terletak pada penegakan kode etik dan selalu memenuhi standar pelayanan yang diberikan oleh akuntan publik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar